berisi curahan hati, opini, informasi, dan banyak hal lagi dari seorang blogger amatiran
Minggu, 30 Juni 2013
Masalah Orang-Orang Edan
Posted on 21.51 by Rio Saka Pambudi
| No comments
Di kampungku, orang-orang kumal yang berkeliaran tak tentu biasa disebut orang edan. Tidak jelas apakah mereka sekadar tunawisma atau memang benar-benar orang yang sudah kehilangan akal pikiran. Toh, siapa yang peduli?
Ngomong-ngomong, kampungku dekat dengan hutan. Konon hutan menjadi tempat favorit pembuangan orang-orang edan. Mereka ditangkap dari kota, lalu dilempar begitu saja di hutan. Mungkin si pembuang berharap orang-orang edan itu mati kelaparan. Tapi tak jarang ada yang berhasil keluar dari hutan lalu berkeliaran di kampung.
Dibuang, ya? Kadang-kadang giris juga membayangkan bagaimana manusia dapat bertindak kejam terhadap sesama manusia. Eh, orang-orang edan itu masih termasuk manusia apa bukan? Kalau menurut KBBI, manusia adalah makhluk yang berakal budi.
Sulit menentukan apa yang harus dilakukan terhadap orang-orang edan. Dibunuh? Rasanya, kok, kejam sekali. Kalau dimasukkan ke RSJ, siapa yang mau membiayai makan mereka? Lha orang-orang waras yang kurang makan saja masih banyak. Dipekerjakan mereka juga tidak bisa.
Akhirnya jadilah mereka orang-orang kumal yang berpakaian seadanya (malah sering tidak berpakaian). Mereka terus berjalan ke mana-mana, sepertinya tanpa peduli entah berapa kali mereka dapat makan per harinya.
Kita sendiri, apakah peduli dengan mereka?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar